Breaking News

Sabtu, 29 September 2018

Cara Menginstall MySQL dengan XAMPP 7.0.13

XAMPP adalah singkatan dari aplikasi dalam ‘paketnya’, yaitu: X (berarti cross-platform, maksudnya tersedia dalam berbagai sistem operasi), Apache Web Server, MySQL, PHP dan Perl. Dengan menginstall XAMPP, secara tidak langsung kita telah menginstall keempat aplikasi tersebut.

Dalam contoh kali ini saya menggunakan versi XAMPP 7.0.13 dalam bentuk file exe sebesar 120 MB. Aplikasi tersebut bisa anda downloadnya disini. Selain itu anda juga boleh menggunakan versi portable yang memiliki ukuran file lebih kecil.



Setelah aplikasi installer XAMPP berhasil di unduh, langkah selanjutnya adalah menginstall XAMPP. Double klik file xampp-win32-7.0.13-1-VC14-installer (mungkin nama file XAMPP anda akan sedikit berbeda).



Jika anda menggunakan Windows Vista atau 7, akan muncul tampilan peringatan untuk tidak menginstall XAMPP pada folder default di C:\Program Files. Hal ini disebabkan proteksi keamanan dari Windows akan menghalangi beberapa fitur dari XAMPP. Karena itu sebaiknya folder instalasi XAMPP kita pindahkan ke D:\XAMPP.


Setelah  jendela peringatan, jendela tampilan awal instalasi XAMPP akan muncul, klik next untuk melanjutkan.


Tampilan berikutnya adalah “Select Component”, pada layar ini anda bisa memilih aplikasi apa saja yang akan diinstall. Disarankan untuk membiarkan pilihan default, dalam hal ini semua aplikasi akan diinstall. Namun jika anda memiliki kendala akan keterbatasan ruang harddisk, anda bisa memilih aplikasi penting seperti Apache, MySQL, PHP, dan phpmyadmin. Setelah itu, lanjutkan dengan klik tombol next


Pada tampilan berikutnya, “Installation Folder” anda dapat mengubah folder instalasi default XAMPP ke folder lain, dalam contoh ini saya akan memindahkannya ke D:\xampp. Lalu klik next untuk melanjutkan.


Tampilan layar “Bitnami for XAMPP” adalah iklan produk installer CMS dari XAMPP. Karena kita tidak memerlukannya saat ini. Hapus centang dari pilihan “Learn more about BitNami for XAMPP”, lalu klik tombol next.


Jika semuanya berjalan lancar, tampilan berikutnya adalah “Ready to Install”, klik tombol next untuk memulai proses instalasi.


Proses intallasi akan berjalan beberapa saat, hingga layar tampilan menjadi “Completing the XAMPP”. Biarkan ceklist “Do you want to start the Control Panel now?” karena kita akan langsung mencoba XAMPP setelah ini.



Akhiri proses installasi XAMPP dengan klik tombol Finish.


Setelah XAMPP berhasil diinstal, akan muncul layar “XAMPP Control Panel”. Pada jendela inilah kita akan menjalankan seluruh aplikasi yang ada di XAMPP, yang diantaranya adalah Apache Web Server dan MySQL.

Untuk test drive dari XAMPP, langsung saja klik tombol Start pada bagian Action Apache. Sesaat kemudian Module Apache akan berwarna hijau menandakan aplikasi Web server Apache sudah berjalan.


Sampai disini, XAMPP telah berhasil diinstal dan kita telah siap untuk mulai mempelajari MySQL.





Untuk lebih detail Langkah-langkah installasinya, dapat dilihat pada video dibawah ini :




Read more ...

Jumat, 23 Maret 2018

REQUIREMENT MODELLING

Memahami kebutuhan suatu masalah adalah salah satu tugas yang paling sulit dihadapi seorang software engineering.

A. Menggali Requirement

Melakukan pertemuan antara pembuat software engineering
Aturan untuk persiapan dan partisipasi ditetepkan
Fasilator (Customer, pengembang, atau orang lain) untuk pertemuan
Mekanisme definisi ( Lembar Kerja, Flip chart, chat room, forum virtual) digunakan
Tujuanya adalah :
 untuk mengidentifikasi masalah
mengusulkan elemen dari solusi
menegosiasikan pendekatan yang berbeda
menentukan satu set awal persyaratan solusi
- Validasi Requirement 1
Apakah setiap kebutuhan konsisten dengan tujuan keseluruhan sistem/produk?
Apakah semua persyaratan telah ditetapkan pada tingkat abstraksi yang tepat? Artinya, lakukan beberapa persyaratan menyediakan tingkat detail tekhnis yang tidak pada level ini?
Apakan kebutuhan benar - benar diperlukan ataukah merupakan fitur add-on yang mungkin tidak penting untuk tujuan sistem?
Apakah setiap persyaratan memiliki atribusi?Artinya, apakah sumber (umumnya, individu tertentu) mencatat untuk kebutuhan masing - masing.
- Requirements Analysis
Requirements modelling menghasilkan satu atau lebih dari jenis model berikut :
Scenario based modl -> requirements dari titik pandang berbagai "aktor" sistem
Data models - > menggambarkan permasalahan dari domain informasi
Class-orinted models -> Menggambarkan objek oriented classes (atribut & operasi)
Flow - oriented models -> menggambarkan elemen fungsi sistem dari bagaimana mentransformasi data dalam sistem.
Behavioral Models -> Penggunan mengikuti sistem/ tingkahb laku mengikuti sistem
B. DATA MODELS
Database mempresentasikan beberapa aspek dunia nyata sering kali disebut dunia mini. perubahan pada dunia mini di presesntasikan di database.
Level abastrakasi data
- View level = data konseptual
- Legal level = data implementasi
- Phsysical Level = data fisik

1. Model Data Konseptual
Model data yang menyerupai bagaimana pembuat dan pengguna dapat meneerima/melihat data

2. Model Data Implementasi
Model data yang dapat diketahui oleh end user tetapi tidak terlalu dengan bagaimana data disimpan di dalam komputer

3. Model Data Fisik
Model Data Fisik adalah model yang menjelaskan cara komputer memandang data, bahwa data tersimpan pada lokasi fisik sebagai file-file yang terpisah.
Read more ...

Modem Database Management

Memahami Konsep Logical Database Design Pada Basis Data - Logical database design adalah proses pembuatan suatu model informasi yang digunakan pada perusahan berdasarkan pada model data yang spesifik, tetapi tidak tergantung dari Database Management System (DBMS) yang khusus dan pertimbangan fisik yang lain (Connolly,2002,p441). Melalui artikel ini diharapkan dapat mengetahui dan memahami mengenai logical database design.

DBMS adalah software yang memungkinkan pemakai untuk mendefinisi, membuat, memelihara, dan mengontrol akses ke basis data (Connolly,2002,p16).

Fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh DBMS antara lain :
Memperbolehkan user untuk mendefinisikan basis data.
Memperbolehkan user untuk menambah , mengubah, dan menghapus serta mengambil data dari basis data.
Menyediakan kontrol akses ke basis data. Seperti security, integrity, concurrency control, recovery control system dan user-accessible catalog.

Langkah Pertama : membuat dan memvalidasi local logical data model untuk setiap pandangan. Bertujuan untuk membuat local logical data model dari local conceptual data model yang mempresentasikan pandangan khusus dari perusahaan dan memvalidasi model tersebut untuk menjamin kebenaran strukturnya (dengan menggunakan teknik normalisasi) dan menjamin bahwa model tersebut mendukung kebutuhan transaksi.
Pada perancangan model logical langkah kedua, tahapan-tahapannya adalah :

  a. Menghilangkan features yang tidak compatible dengan model relasional (pilihan). Bertujuan untuk menghasilkan model yang kompatibel dengan model relasional. Yaitu dengan :
Menghilangkan many-to-many (*:*) binary relationship types
Menghilangkan many-to-many (*:*) recursive relationship types
Menghilangkan complex relationship types
Menghilangkan multi-valued attributes

  b. Memperoleh relasi untuk local logical data model.
Bertujuan untuk membuat hubungan logical model yang mewakili entity, relationship dan attribute yang telah didefinisi. Mendeskripsikan komposisi tiap hubungan memakai Database Definition Language (DDL) untuk relasi yang diikuti dengan daftar dari relasi attribute yang mudah lalu mengidentifikasikan primary key dan foreign key dari suatu relasi. Untuk memperoleh relasi untuk local data model, maka diperlukan penjelasan untuk mendeskripsikan struktur yang mungkin dalam data model saat ini.


Bahasa dalam basis data dapat dibedakan menjadi dua bentuk :
- Data Definition Language (DDL)
DDL merupakan bahasa dalam basis data yang memungkinkan pengguna untuk membuat atau menghapus basis data, membuat atau menghapus tabel membuat struktur penyimpanan tabel. Hasil dari kompilasi DDL adalah kumpulan tabel yang disimpan dalam file khusus yang disebut dengan kamus data.

- Data Manipulation Language (DML)
DML merupakan bahasa dalam basis data yang memungkinkan pengguna untuk melakukan manipulasi data pada suatu basis data, seperti menambah, mengubah, menghapus data dari suatu basis data.

Langkah kedua : Membuat dan memvalidasi global logical data model. Bertujuan untuk menyatukan local logical data model menjadi global logical data model.

Pada perancangan model logikal langkah ketiga, tahapan-tahapannya adalah :
  a. Menggabungkan local logical data model menjadi global model
Pada langkah ini, setiap local logical data model menghasilkan E-R diagram, skema relasional, kamus data dan dokumen pendukung yang mendeskripsikan constraints dari model.

Beberapa tugas yang harus dikerjakan adalah sebagai berikut :
Memeriksa kembali nama dan isi dari entities dari relationships dan candidate key.
Memeriksa kembali nama dan isi dari relationships/ foreign keys.
Menggabungkan entities atau hubungan dari local data model.
Mengikutsertakan (tanpa menggabungkan) entities atau relationships yang unik pada tiap local data model.
Menggabungkan relationships atau foreingn key dari local data model.
Mengikutsertakan (tanpa menggabungkan) relationships atau foreign key unik pada tiap local data model.
Memeriksa untuk entities (hubungan) dan relationships atau foreign key.
Memeriksa integrity constraints.
Menggambarkan ER-diagram.
Melakukan update dokumen.

  b. Memvalidasi global logical data model
Bertujuan untuk memvalidasi relasi yang dibuat dari global logical data model dengan teknik normalisasi dan menjamin bahwa model tersebut mendukung kebutuhan transaksi

  c. Mengecek pertumbuhan yang akan datang
Bertujuan untuk menentukan apakah ada perubahan yang signifikan seperti keadaan yang tidak terduga dimasa mendatang dan menilai apakah model logikal tersebut dapat menampung atau menyesuaikan perubahan yang terjadi.

  d. Melihat kembali global logical data model dengan pengguna
Bertujuan untuk menjamin model data logikal yang bersifat global telah tepat untuk perusahaan.

Analisa Sebuah Kasus Di anataranya :
-Model ER
-Transformasi ER-D ke Relasi
-Gambarkan Relasi-nya
-LRS (Logical Record Structure)
Read more ...

Selasa, 13 Maret 2018

Proses Pengembangan Perangkat Lunak Beserta Kelebihan Dan Kekuranganya || Tugas RPL 2


Proses Pengembangan Perangkat Lunak (Software Development Process) adalah suatu penerapan struktur pada pengembangan suatu Perangkat Lunak (Software), yang bertujuan untuk mengembangkan sistem dan memberikan panduan untuk menyukseskan proyek pengembangan sistem melalui tahapan-tahapan tertentu.
Pemodelan Perangkat Lunak banyak macamnya, berikut 5 model Pengembangan Perangkat Lunak yang akan saya jelaskan sebagai berikut;
1.       Model  Waterfall
2.       Model Prototype
3.       Model RAD
4.       Model Spiral
5.       Fourth Generation Techniques (4GT)

1. Model  Waterfall

Hasil gambar untuk proses pengembangan perangkat lunak waterfall
Merupakan pengembangan model pengembangan perangkat lunak paling tua, dan paling banyak dipakai. Model ini mengusulkan sebuah pendekatan perkembangan perangkat lunak yang sistematik dan sekunsial yang dimulai pada tingkat dan kemajuan sistem pada seluruh tahapan analisis, desain , kode, pengujian, dan pemeliharaan.
Berikut Merupakan Tahapan – tahapan Pengembangan  Model Waterfall :

Rekayasa dan pemodelan sistem/informasi (communicating)
Langkah pertama dimulai dengan membangun keseluruhan elemen sistem dan memilah bagian-bagian mana yang akan dijadikan bahan pengembangan perangkat lunak, dengan memperhatikan hubungannya dengan ketentuan Hardware, User, dan Database.

Analisis kebutuhan perangkat lunak
Pada proses ini, dilakukan penganalisaan dan pengumpulan kebutuhan sistem yang meliputi Domain informasi,   Hasil penganalisaan dan pengumpulan tersebut didokumentasikan dan diperlihatkan kembali kepada pelanggan.

Desain
Pada proses Desain, dilakukan penerjemahan syarat kebutuhan sebuah perancangan perangkat lunak yang dapat diperkirakan sebelum dibuatnya proses pengkodean (coding). Proses ini berfokus pada  struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi interface, dan detail algoritma prosedural.

Pengkodean
Pengkodean merupakan proses menterjemahkan perancangan desain ke bentuk yang dapat dimengerti oleh mesin, dengan menggunakan bahasa pemrograman.

Pengujian
Setelah Proses Pengkodean selesai, dilanjutkan dengan proses pengujian pada program perangkat lunak, baik Pengujian logika internal, maupun Pengujian eksternal fungsional untuk memeriksa segala kemungkinan terjadinya kesalahan dan memeriksa apakah hasil dari pengembangan tersebut sesuai dengan hasil yang diinginkan.

Pemeliharaan
Proses Pemeliharaan erupakan bagian paling akhir dari siklus pengembangan dan dilakukan setelah perangkat lunak dipergunakan.

Kekurangan Model Waterfall

Terjadinya pembagian proyek menjadi tahap-tahap yang tidak fleksibel, karena komitmen harus dilakukan pada tahap awal proses.
Hal ini mengakibatkan sulitnya untuk merespon perubahan kebutuhan pengguna (user).
Model air terjun harus digunakan hanya ketika persyaratan dipahami dengan baik.

Kelebihan Model Waterfall

Bisa digunakan jika suatu persyaratan untuk membuat suatu software sudah dipahami dengan baik dan sudah lengkap semua persyaratan yang ada.

2. Model Prototype

 Gambar terkait
 Prototyping perangkat lunak (software prototyping) atau siklus hidup menggunakan protoyping (life cycle using prototyping) adalah salah satu metode siklus hidup sistem yang didasarkan pada konsep model bekerja (working model). Tujuannya adalah mengembangkan model menjadi sistem final. Artinya sistem akan dikembangkan lebih cepat dari pada metode tradisional dan biayanya menjadi lebih rendah. Ada banyak cara untuk memprotoyping, begitu pula dengan penggunaannya. Ciri khas dari metodologi ini adalah pengembang sistem (system developer), klien, dan pengguna dapat melihat dan melakukan eksperimen dengan bagian dari sistem komputer dari sejak awal proses pengembangan.

Pengumpulan kebutuhan

Pelanggan dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh perangkat lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan dibuat.

Membangun prototyping

Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan format output).

Evaluasi protoptyping

Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan, apakah prototyping yang sudah dibangun sudah sesuai dengan keinginan pelanggan atau belum. Jika sudah sesuai, maka langkah selanjutnya akan diambil. Namun jika tidak, prototyping direvisi dengan mengulang langkah-langkah sebelumnya.

Mengkodekan sistem

Dalam tahap ini prototyping yang sudah di sepakati diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai.

Menguji sistem

Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, kemudian dilakukan proses Pengujian. Pengujian ini dilakukan dengan White Box, Black Box, Basis Path, pengujian arsitektur, dll.

Evaluasi Sistem

Pelanggan mengevaluasi apakah perangkat lunak yang sudah jadi sudah sesuai dengan yang diharapkan . Jika ya, maka proses akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya, namun jika perangkat lunak yang sudah jadi tidak/belum sesuai dengan apa yang diharapkan, maka tahapan sebelumnya akan diulang.

Kekurangan Model  Prototype

Proses analisis dan perancangan terlalu singkat.
Biasanya kurang fleksibel dalam mengahadapi perubahan.
Walaupun pemakai melihat berbagai perbaikan dari setiap versi prototype, tetapi pemakai mungkin tidak menyadari bahwa versi tersebut dibuat tanpa memperhatikan kualitas dan pemeliharaan jangka panjang.
Pengembang kadang-kadang membuat kompromi implementasi dengan menggunakan sistem operasi yang tidak relevan dan algoritma yang tidak efisien.

Kelebihan Model Prototype

Pelanggan berpartisipasi aktif dalam pengembangan sistem, sehingga hasil produk pengembangan akan semakin mudah disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan.
Penentuan kebutuhan lebih mudah diwujudkan.
Mempersingkat waktu pengembangan produk perangkat lunak.
Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan.
Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan.
Lebih menghemat waktu dalam pengembangan sistem.
Penerapan menjadi lebih mudah karena pelanggan mengetahui apa yang diharapkannya.


3. Model RAD

Gambar terkait

 RAD (Rapid Application Development) Adalah metodologi pengembangan perangkat lunak (SDLC) yang menggunakan pengabungan antara Prototype Model dengan Iterative Model. Prototipe adalah model kerja yang secara fungsional setara dengan komponen produk.

Business Modeling (Bisnis Model)
Fase ini untuk perancangan dasar dari pengembangan produk berdasarkan informasi dan distribusi informasi antar saluran bisnis. Analisis bisnis yang lengkap dilakukan untuk menemukan informasi penting untuk bisnis, bagaimana hal itu dapat diperoleh, bagaimana dan kapan informasi diproses dan faktor apa yang mendorong arus informasi yang berhasil

Data Modeling (Data Model)
Fase ini untuk menganalisa informasi yang sudah dikumpulan dari fase Business Modeling. semua kumpulan data diidentifikasi dan didefinisikan  secara rinci untuk mencari model bisnis yang tepat.

Process Modeling (Proses Pemodelan)
Fase ini untuk untuk menetapkan arus informasi bisnis yang diperlukan untuk mencapai tujuan bisnis yang spesifik sesuai model bisnis. perubahan atau penyempurnaan pada kumpulan objek data didefinisikan dalam fase ini. Deskripsi proses untuk menambahkan, menghapus, mengambil atau memodifikasi objek data diberikan.

Application Generation (Generasi Aplikasi)
Fase ini untuk Sistem yang sebenarnya dibangun dan pengkodean dilakukan dengan menggunakan automatic tools i untuk mengubah model proses dan data menjadi prototype yang aktual

Testing and Turnover
Fase ini untuk pengujian keseluruhan sistem yang dibangun semua komponen perlu diuji secara menyeluruh dengan cakupan uji yang lengkap. Dengan pengujian yang lengkap dapat mengurangi risiko cacat sistem.

Kekurangan RAD (Rapid Application Development)

Ketergantungan pada anggota bisnis tim untuk mengidentifikasi persyaratan bisnis
Hanya sistem yang bisa di modularized yang bisa dibangun menggunakan RAD
Membutuhkan developer / designer yang berpengalaman
Ketergantungan pada keterampilan model
Kompleksitas manajemen
Tidak dapat diterapkan pada proyek yang kecil / murah

Kelebihan RAD (Rapid Application Development)

Mudah mengakomodasi peruabahan sistem
Progress development bisa di ukur
Waktu iterasi bisa di perpendek menggunakan RAD Tools
Mengurangi waktu development
Mudah dalam menentukan dasar sistem
Mempermudah feedback customer
Cocok untuk proyek yang membutuhkan waktu pengembangan yang lebih pendek.
Cocok untuk sistem yang berbasis komponen dan terukur.


4. Model Spiral

 Hasil gambar untuk proses pengembangan perangkat lunak spiral
pengembangan perangkat lunak dengan model spiral adalah proses pengembangan perangkat lunak yang digambarkan sebagai sebuah spiral, dimana tiap putaran menggabungkan tahap yang berbeda dalam prosesnya. Perpindahan dari satu spiral ke putaran lain, berarti mengulang semua tahapan dari proses pengembangan perangkat lunak.
Tiap putaran dalam spiral model mewakili sebuah fase dari proses pengembangan perangkat lunak. Dengan demikian, putaran paling dalam/ terdekat mungkin bersangkutan dengan kelayakan sistem, putaran selanjutnya dengan definisi kebutuhan, putaran selanjutnya dengan perancangan sistem, dan seterusnya.

Setiap loop (putaran) dalam spiral model dibagi menjadi 4 sektor, yaitu:

Objective Setting (Penetapan Tujuan)
Menetapkan tujuan spesifik untuk projek.Kendala pada proses dan produk diidentifikasi, rencana , pengelolaan yang lebih rinci dibuat.Resiko dalam projek direncanakan. Strategi alternatif, bergantung pada resiko-resiko yang sudah didefinisikan dan direncanakan.

Risk Assesment and Reduction (Penilaian dan pengurangan resiko)
Melakukan analisis detail mengenai tiap resiko projek yang sudah diidentifikasikan. Mendeskripsikan langkah untuk mengurangi resiko. Misalnya jika ada resiko bahwa requirement tidak pantas atau kurang, maka akan dibuat prototype sistem.

Development and Validation (Pengembangan dan Validasi)
Setelah evaluasi resiko, akan dipilih model pengembangan sistem. Misalnya, pembuatan prototype lembaran (throwaway) akan menjadi pendekatan pengembangan yang paling baik jika resiko user interface lebih besar atau dominan. Jika resiko utama yang diidentifikasi adalah integrasi subsistem, maka waterfall model mungkin adalah model pembangunan terbaik untuk digunakan.

Planning (Perencanaan)
Proyek di review dan dibuat keputusan apakah akan dilanjutkan dengan putaran spiral selanjutnya. Jika diputuskan untuk dilanjutkan, rencana akan disusun untuk fase selanjutnya dari proyek.

Kelemahan model spiral

Sulit untuk menyakinkan pelanggan bahwa pendekatan evolusioner ini bisa dikontrol.
Memerlukan penaksiran resiko yang masuk akal dan akan menjadi masalah yang serius jika resiko mayor tidak ditemukan dan diatur.
Butuh waktu lama untuk menerapkan paradigma ini menuju kepastian yang absolute

Kelebihan model spiral

Dapat disesuaikan agar perangkat lunak bisa dipakai selama hidup perangkat lunak komputer.
Lebih cocok untuk pengembangan sistem dan perangkat lunak skala besar
Pengembang dan pemakai dapat lebih mudah memahami dan bereaksi terhadap resiko setiap tingkat evolusi karena perangkat lunak terus bekerja selama proses .
Menggunakan prototipe sebagai mekanisme pengurangan resiko dan pada setiap keadaan di dalam evolusi produk.
Tetap mengikuti langkah-langkah dalam siklus kehidupan klasik dan memasukkannya ke dalam kerangka kerja iteratif .
Membutuhkan pertimbangan langsung terhadp resiko teknis sehingga mengurangi resiko sebelum menjadi permaslahan yang serius.


5. Fourth Generation Techniques (4GT)

 
Istilah Fourth Generation Techniques (4GT) yaitu seperangkat peralatan software yang fungsinya sebagai perangkat pembantu untuk memudahkan seorang pengembang software mengaplikasikan karakteristik software tersebut, dari situ akan menghasilkan source code dan object code yang secara otomatis sesuai dengan persyaratan khusus yang dibuat oleh pengembang software tersebut.

Pengumpulan kebutuhan
Tahap ini merupakan tahap pengumpulan serangkaian kebutuhan. Customer menjelaskan kebutuhan-kebutuhan kemudian akan diterjemahkan ke dalam prototype. Tetapi jika customer merasa tidak yakin dengan apa yang diperlukan, maka prototype tidak akan dikerjakan oleh 4GT.
Merancang Strategi
        Tahap ini dibutuhkan untuk proyek besar yakni dengan menterjemahkan kebutuhan menjadi prototype operasional agar tidak timbul masalah yang sama jika dibuat dengan model konvensional.
Implementasi
        Tahap ini memungkinkan pengembang software menjelaskan hasil yang diinginkan, kemudian selanjutnya diterjemahkan dalam bentuk source code dan object code secara otomatis.
Produksi
        Tahap terakhir ini adalah mengubah implementasi 4GT ke dalam hasil akhir berupa produk.

Kekurangan Fourth Generation Techniques (4GT)

Penggunaan perangkat bantu (tools) dibandingkan dengan bahasa pemrograman, dan juga kode sumber yang dihasilkannya tidak efisien.
Untuk usaha yang besar, dibutuhkan pengembangan strategi desain untuk sistem, walau digunakan bahasa 4GL.
Penggunaan 4GT tanpa perencanaan matang (untuk proyek besar) akan menyebabkan kesulitan yang sama (kualitas dan pemeliharaan yang jelek, ketidakpuasan pelanggan) seperti dengan metode konvensional.
4GL tidak selalu berhasil menghasilkan sistem yang diinginkan.

Kelebihan Fourth Generation Techniques (4GT)

Pengurangan waktu dan peningkatan produktivitas secara besar
Karena 4GT menggunakan 4GL yang merupakan bahasa pemrograman yang  khusus dirancang dengan tujuan tertentu (spesifik), maka untuk permasalahan yang tertentu dengan 4GL tertentu pula sangat tepat menggunakan 4GT.
Tool yang menggunakan metode pengembangan perangkat lunak 4GL bisa meng-generate sistem dari output yang dihasilkan oleh CASE tools.


Read more ...

Sabtu, 03 Maret 2018

Generic Process Framework || Tugas RPL1

Sofware Process adalah framework untuk task atau pekejaan yang dibutuhkan untuk membangun sebuah “High Quality Software”.
Proses framework sendiri dibagi menjadi dua aktivitas yaitu Framework Activities dan Umbrela Activities.

Framework activities merupakan tahapan pokok dalam pembuatan sebuah software yang meliputi work task, work product, milestone (scheduling) & deliverable, serta Quality Checkpoint.
Framework Activities sendiri terbagi dalam beberapa tahap yang harus diperhatikan. Tahapan itu adalah Communication & Planning, Modeling, dan Constructor & Deployment.
Tahap komunikasi adalah tahap untuk melakukan komunikasi dan kolaborasi dengan customer dengan tujuan mengumpulkan informasi mengenai kebutuhan customer tehadap software yang diinginkan.

Tahap Perencanaan mendeskripsikan task-task secara teknis , resiko yang akan dihadapi, hingga penjadwalan proses pengembangan software berdasarkan kebutuhan.
Tahap pemodelan dilakukan kreasi model bagi pengembang sehingga customer bisa mendapatkan gambaran mengenai software. Secara detail, aktivitas pemodelan terbagi menjadi dua tahap yaitu menganalisa kebutuhan (Analisys Requirement) dan proses desain.
Tahap Constructor & Deployment lebih cenderung pada pembangunan software menggunakan Tools-Tools tertentu.
 
Umbrella Activities merupakan kegiatan yang menaungi atau dengan kata lain “memayungi” dari pengembangan software agar dapat menghasilkan software yang sesuai dengan kriteria. Yang termasuk ke dalam Umbrela Activities adalah software project management, formal technical reviews, software quality assurance, software configuration management, reusability management, measurement, document preparation and production, risk management.

Process framework adalah fondasi dasar dari proses software dengan mengidentifikasi aktivitas framework yang dapat diterapkan ke semua software. Generic process framework yang diaplikasikan dalam proyek software yaitu:

Communication.
                Aktivitas framework yang meliputi komunikasi dan kolaborasi dengan customer.
Planning.
                Merencanakan rencana kerja untuk software engineering seperti hal-hal yang dibutuhkan, jadwal kerja, dan sebagainya.
Modelling.
                Membuat model dari proyek agar developer dan customer dapat memahami software tersebut.
Construction.
               Melakukan coding dan juga mengetesnya agar dapat mengetahui error dari software tersebut  sehingga dapat diperbaiki.
Deployment.
               Memberikan software yang telah dibuat kepada customer untuk dievaluasi dan agar customer dapat memberikan feedback.

Pada tahap modelling dalam generic process framework disebutkan diatas, terdapat 2 proses yaitu analisis dan desain. Analisis meliputi sekumpulan pekerjaan yang digunakan untuk membuat model analisis. Desain meliputi sekumpulan pekerjaan untuk membuat model desain.

Process Flow (Diagram Proses) 
 
Linier Process Flow : mengeksekusi setiap aktivitas secara beruruta.

Iterative Process Flow : akan mengulang satu atau lebih aktivitas sebelum melakukan proses selanjutnya.


Evolution Process Flow : mengeksekusi aktivitas secara melingkar, mengarah pada versi yang lebih lengkap.

Paralel Process Flow : mengeksekusi proses secara paralel dengan melakukan satu atau lebih aktivitas secara bersamaan.

Aktivitas dalam framework software engineering yaitu :
1. Pengontrolan dan pelacakan proyek software agar tim dapat memonitor jalannya proyek sehingga dapat membuat jadwal kerja dengan sebaik mungkin.
2. Menangani masalah yang dapat mempengaruhi hasil dari proyek atau kualitas suatu produk.
3. Melakukan berbagai aktivitas untuk memonitor kualitas software.
4. Mengevaluasi produk dengan meninjau teknik-teknik yang dapat digunakan untuk memperbaiki kesalahan dalam produk.
5. Mendefinisikan dan mengumpulkan proses, proyek, dan produk yang dapat digunakan sebagai data yang kemudian diperiksa apakah sudah memenuhi keinginan costumer.
6. Mengelola konfigurasi software agar bila terjadi perubahan, maka tidak terlalu mempengaruhi proses software tersebut.
7. Mengelola produk dan komponen yang dapat dipakai kembali.
8. Membuat model, dokumen, log, form, dan list dari produk.

Process Patterns
Menjelaskan masalah yang terkait densgn proses yang ditemui saat bekerja.
Macam - macam patern diantaranya :
Stage Patterns : Mengidentifikasikan masalah yang berhubungan dengan framework atau proses.
Task Patterns : Mengidentifikasikan masalah yang berhubungan dengan aksi software angineeering atau tugas kerja.
Phase Patterns : menentukan urutan kegiatan kerangka yang terjadi dalam proses, bahkan ketika aliran keseluruhan kegiatan yang berulang di alam.
Read more ...

Sabtu, 04 November 2017

SOAL-SOAL STRUKTUR DATA

1. Tentukan Tipe data yang cocok untuk Nilai  "20" adalah..
 a. Char
 b. Int
 c. Bool
 d. Long
 e. Short

2. Tentukan tipe data yang bernilai True and False..
 a. Boolean
 b. String
 c. Char 
 d. Integer
 e. Float

3. Merupakan bilangan bulat yang tidak termasuk unsur nilai pecahan yaitu..
 a. Bool
 b. Long
 c. Short
 d. Float
 e. Int 

4. Arrray yang sering digunakan dalam penerjemahan matriks pemrograman adalah matriks dimensi..
 a. 1
 b. 2
 c. 4
 d. 3
 e. 5
  
5. Contoh pengaplikasin array dua dimensi adalah untuk ..
 a. Input nama hari
 b. Input nama Bulan
 c. Input nama mahasiswa dan nilai
 d. Input ipk mahasiwa
 e..Input nama karyawan

6. Sebutkan karakteristik aray, Kecuali
 a. Bertipe data yang sama 
 b. Kumpulan dari nilai data
 c. Berisi nilai yang sama atau berbeda beda
 d. Dapat di akses secara random
 e. Efisien dalam penggunaan memory


7. Sekumpulan data yang bertipe sama dan antara data satu dengan data yang lain dibedakan dengan indeksnya merupakan pengertian dari..  
 a.  Integer 
 b.  Array 
 c.  Variabel 
 d.  Char 
 e.  Booelan

8.Suatu proses pengurutan data yang sebelumnya disusun secara acak atau tidak teratur menjadi urut dan teratur menurut suatu aturan tertentu adalah
 a. Array
 b. Tipe data
 c. Sorting
 d. Linked List
 e. Variebel


9. Operasi yang di gunakan untuk mengetahui node selanjutnya yang ditunjuk oleh pointer adalah 
 a. Find()
 b. Remove()
 c. Node()
 d. Insert()
 e. Next()


10. Operasi Stack yang di gunakan untuk memeriksa stack Kosong Adalah..
 a. Push
 b. Pop
 c. Clear
 d. Isempty
 e. isfull 
 




Read more ...
Designed By